Thursday, 23 July 2015

Persiapan Masuk Sekolah

Libur Panjang Telah Usai, gimana Guys? enak liburannya? Admin sih di rumah aja. Hehehe... :D
Udah ada yang berkemas untuk masuk sekolah nanti? Pasti ada yang belum.
Tenang Admin punya tips untuk mempersiapkan kita saat masuk sekolah nanti.

I. Persiapan Alat

1. Persiapkan Alat Tulis dan perlengkapan belajar lainnya
    Namanya juga sekolah guys, pasti kita kesana untuk belajar. Kalau mau belajar pasti ada perlengkapannya. Kalau petani bawa cangkol, kita bawa pensil.
            Berikut alat tulis yang dapat kamu bawa :
              - Pensil
              - Pulpen
              - Penghapus
              - Penggaris
              - Stipo/Stipe-X
              - Buku Tulis
              - Buku Kecil Sebagai Catatan
              - Jangka
              - Lem
              - Stapler
              - Spidol
              - Dll
2. Persiapkan Tempat/Wadah
    Tempat/Wadah yang dimaksud Berupa
              - Tas
                   Saran Admin sih, pakai tas yang memiliki 2 tali, soal nya bobotnya dibagi 2 antara bahu                    kanan dan bahu kiri. Dan memiliki banyak kantung.
              - Kotak Pensil
                   Ini sebagai tempat alat tulis. Kalau gak ada ini, pasti semua berserakan. Usahakan pilih                        kotak pensil yang berupa benda keras agar benda di dalamnya tidak patah
3. Persiapkan Air Minum
    Ini penting guys, kalian harus mencukupi kebutuhan tubuh akan air sebanyak 8 gelas perhari. Tapi menurut admin, kalau untuk dibawa kesekolah cukup 250mL-500mL saja.
    Bila ada pelajaran olahraga atau penjaskes, usahakan bawa lebih sekitar 500mL-1 Liter. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat berkeringat
4. Persiapkan Pakaian
    Masa kamu tidak memakai apa-apa kesekolah? Berikut pakaian yang harus kamu bawa
             - Seragam
               Kebijakan setiap sekolah berbeda, walaupun begitu kamu harus tetap tampil rapi
               dan tidak acak-acakan. Kamu wajib menyetrika pakaianmu terlebih dahulu
             - Sepatu
               Sepatu mu harus bersih dan tidak terlihat kotor. Kamu wajib menyemir atau memcuci                          sepatu mu sebelum berangkat ke sekolah
             - Topi dan Dasi
               Topi dan dasi kamu tidak boleh terlihat kumal saat masuk sekolah. Kamu wajib mencucinya                sebelum masuk sekolah
    Perlengkapan yang tidak wajib dibawa atau dibawa saat tertentu saja
              - Baju Olahraga
              - Jam Tangan
              - Dll (Sesuai aturan sekolah mu)

II. Persiapan Fisik

1. Rambut
    Beberapa sekolah menerapkan aturan rambut pendek bagi siswa laki-laki. Bagi kamu yang merasa laki-laki harus mencukur rambut mu sebelum masuk sekolah. Saran admin mencukur rambut itu seminggu sebelum sekolah dimulai, karena rambut sudah agak tumbuh dan terlihat lebih rapi dan ramenya tukang cukur saat sehari sebelum masuk sekolah (Pengalaman Pribadi) lihat saja sendiri
2. Kesehatan
    Kamu harus tampil prima keesokan harinya, karena itu hari pertama sekolah dan biasanya khotbah eh maksud saya pengarahan pembina upacara akan lebih lama (Pengalaman Pribadi) lihat saja sendiri
3. Kuku
     Beberapa sekolah menerapkan aturan kuku pendek bagi siswa-siswinya. Bagi kamu yang sekolah nya memiliki peraturan seperti ini, kamu harus memotong kuku mu sehari sebelum masuk sekolah. Tidak seperti rambut, kuku relatif lebih cepat panjang, sehingga kamu harus memotong nya selambat mungkin sebelum hari H
4. Dll (Sesuai Aturan Sekolah mu)

Sekian yang dapat admin sampaikan, semoga sukses sekolah nya

Friday, 10 July 2015

Andreas Vesalius
Andreas Vesalius (lahir: 31 Desember 1514; wafat: 15 Oktober 1564) adalah ahli anatomi dari bangsa Flemish dan penulis dari buku yang memiliki pengaruh pada ilmu anatomi, De Humanis Corporis Fabrica (Pengerjaan Tubuh Manusia). Vesalius disebut-sebut sebagai pemulai masa anatomi manusia modern.
Nama Vesalius dapat juga merujuk ke Andreas Vesal atau Andreas van Wesel, bergantung pada sumber-sumbernya.
Awal kehidupan dan pendidikan
Vesalius lahir di Brussels, yang masih merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi, dalam sebuah keluarga dokter. Ayahnya, Andries van Wsel, merupakan anak dari dokter kerajaan pada Maximillian I, Everard van Wesel. Andries mengabdikan dirinya sebagai ahli obat kerajaan. Andries mendidik anaknya dalam tradisi keluarga, bahasa Yunani dan bahasa Latin, sesuai dengan standar masa itu.
Pada 1528, Vesalius mengenyam pendidikan seni di Universitas Leuven (Pedagogium Castrensis). Namun pada 1532, ia memutuskan untuk mempelajari ilmu kedokteran di Universitas Paris. Di sinilah ia mempeljarai berbagai teori Galen di bawah bimbingan Jacques Dubois (Jacobus Sylvius) dan Jean Ferne. Masa inilah, ia gunakan untuk mengembangkan ketertarikannya pada ilmu anatomi.
Tahun 1536, ia terpaksa harus meninggalkan Paris karena adanya permusuhan antara Kekaisaran Romawi dan Prancis, dan kembali ke Leuven. Di Leuven, ia teus melanjutkan pendidikannya dibawah asuhan Johannes Winter von Andernach dan lulus pada tahun berikutnya. Tesisnya berjudul Paraphrasis in nonum librum Rhazae medici arabis clariss ad regem Almansorum de affectum singularum corporis partium curatione. Pada 1536, ia pindah ke Universitas Padua (Universitas aristarum) untuk mengenyam pendidikan doktoral, yang berhasil ia selesaikan pada 1537.
Setelah lulus, ia ditawarkan kedudukan pada bagian Pembedahan dan Anatomi (explicator chirurgiae) di Padua. Ia juga merupakan dosen tamu pada Universitas Bologna dan Universitas Pisa. Vesalius mengajarkan ilmu anatomi disertai dengan praktikum pembedahan.
Ia trus mendokumentasikan ilmunya dengan membuat gambaran anatomis yang teliti. Ketika ia sadar bahwa karyanya telah banyak disalin, ia akhirnya menerbitkan karyanya pada 1538 dengan judul Tabulae Anatomicae Sex. Pada tahun selanjutnya, ia memperbaharui buku anatomi Galen, Institutiones Anatomicae. Terdapat profesor yang pernah mengajarnya, menerbitkan buku lain yang menyerang idenya.
Pada 1539, para hakim Padua tertarik pada karyanya, dan mengijinkan tubuh korban eksekusi untuk dibedah. Vesalius segera membuat suatu diagram detail mengenai anatomi tubuh. Beberapa bagian gambar dibuat oleh seniman yang dibayar, dan memang kualitasnya lebih baik dari sebelumnya.
Pada 1541, di Bologna, Vesalius mengungkapkan fakta di balik penelitian Galen yang semuanya menggunakan tubuh hewan; sejak pembedahan dilarang oleh Roma kuno, Galen membedah kera dan menyatakan anatominya serupa dengan anatomi manusia. Oleh karena itu, Vesalius menerbitkan pembetulan dari Opera omnia Galen dan mulai menulis buku teksnya sendiri.
Tak hanya itu, Vesalius juga memperbaiki pendapat dari pendahulunya seperti Mondino de Liuzzi, bahkan Aristoteles. Ahli-ahli tersebut salah berpendapat tentang fungsi dan struktur jantung. Vesalius menyatakan jantung memiliki empat ruangan, dua lobus hati, dan pembuluh darah berawal dari jantung, bukan hati. Vesalius juga mengoreksi bahwa tulang rahang bawah berjumlah satu, bukan dua seperti yang dikemukakan Galen.


De Corporis Fabrica
Pada 1543, Vesalius menerbitkan tujuh jilid dari De humani corporis fabrica, sebuah buku yang dipersembahkan untuk Charles V. Beberapa minggu kemudian, ia menerbitkan edisi ikhtisar untuk mahasiswa, Andrea Vesalii suorum de humani corporis fabrica librorum epitome yang didedikasikan untuk Philip II dari Spanyol.
Karya ini menekankan keutamaan pembedahan dan memperkenalkan isilah pandangan anatomis tubuh manusia; memandang fungsi dalam manusia sebagai satu struktur yang dipenuhi degan organ dalam ruangan tiga dimensi. Hal inilah yang membedakan karyanya dengan Galen atau Aristoteles yang menekankan elemen astrologi. Walaupun teks anatomi modern telah dipublikasikan oleh Mondino de Liuzzi dam Jacopo Berengario da Carpi, masih banyak unsur di dalamnya yang dipengaruhi oleh doktrin Galen dan ilmuwan Arab sebelumnya.
Selain penggambaran yang baik mengenai tulang sphenoideus, Vesalius membuktikan bahwa tulang dada (sternum) terdiri dari tiga bagian. Ia jugalah yang pertama kali menggambarkan vena azygos, dan menemukan saluran yang melewati janin melalui pembuluh balik ari-ari (vena umbillical) dan vena cava, sehingga dinamakan duktus venosus. Ia memberikan gambaran mengenai omentum dan hubungannya dengan lambung, limpa dan usus besar, memberikan pandangan yang benar mengenai pylorus lambung. Ia banyak sekali memberikan kontribusi untuk ilmu anatomi.
Dokter kerajaan dan kematian
Segera setelah penerbitan Fabrica, Vesalius diundang sebagai dokter kerajaan untuk Charles V.
Setelah duabelas tahun Vesalius bersama kerajaan, mengobati luka dan cedera dari perang atau turnamen, melakukan pembedahan, dan menulis berbagai surat pribadi mengenai masalah kedokteran. Ia pun menulis Radicis Chynae, sebuah teks pendek mengenai tumbuhan obat.
Pada 1564, ia berziarah ke Tanah Suci. Ketika ia tiba di Yerusalem, ia mendapatkan pesan dari senat Venesia agar ia menerima tawaran profesor dari Padua, yang tengah kosong setelag kematian temannya Gabriele Fallopio.
Saat berlayar, ia mengalami kecelakaan di pulau Zakynthos. Di sinilah ia meninggal dalam usia limapuluh tahun.
Di masa lalu di Eropa, terdapat kepercayaan umum bahwa jumlah tulang rusuk laki-laki kurang satu dari perempuan. Kepercayaan berdasarkan kitab suci ini terus bertahan hingga seorang dokter bernama Andreas Vesalius, melalui sebuah demonstrasi yang sensasional, menunjukkan bahwa kepercayaan tersebut keliru. Jumlah tulang rusuk laki-laki dan perempuan adalah sama.
Andreas Vesalius (disebut juga Andreas van Wesel, Andreas Vesal) lahir di Brussels, Belgia, 31 Desember 1514 dari keluarga dokter. Ayah dan kakeknya adalah dokter yang mengabdi pada Kekaisaran Romawi Suci.
Dengan latar belakang keluarga seperti itu, Vesalius tumbuh sebagai anak dengan minat yang besar pada sains. Saat masih kecil ia sudah tertarik pada pembedahan binatang.
Pendidikan Vesalius di perguruan tinggi dimulai tahun 1528 ketika ia masuk ke Universitas Louvain untuk belajar seni. Namun di tahun 1532, ia memutuskan pindah ke Universitas Paris untuk belajar kedokteran. Di sini ia belajar teori-teori Galen (seorang dokter Romawi terkenal yang ajarannya menjadi pegangan di berbagai universitas di masa itu). Di sini pula ia mengembangkan minatnya pada anatomi dan sering kali ditemukan sedang melakukan penelitian terhadap tulang-tulang di pekuburan dan tempat eksekusi hukuman.
Peperangan antara Prancis dengan Romawi Suci memaksa Vesalius kembali ke Louvain tahun 1536. Tahun berikutnya, Vesalius menyelesaikan pendidikannya dengan tesis mengenai komentar terhadap risalah Almansor of Rhazes (ahli anatomi dari Arab).
Setelah berselisih dengan seorang profesornya, Vesalius kemudian pindah ke Universitas Padua untuk mengambil gelar doktor yang diraihnya di tahun 1537. Di universitas tersebut Vesalius ditawari untuk mengajar ilmu bedah dan anatomi. Saat itu ilmu bedah dan anatomi dianggap kurang penting dibandingkan dengan cabang-cabang ilmu kedokteran lainnya.
Di saat itu, ilmu bedah dan anatomi diajarkan dengan membaca karya-karya klasik, utamanya karya Galen, diikuti dengan pembedahan binatang oleh tukang bedah, sementara sang pengajar memberi penjelasan bagian demi bagian. Cara mengajar Vesalius berbeda. Ia sendiri yang membedah dan menerangkan bagian-bagian tubuh sambil disaksikan para mahasiswanya. Vesalius mencatat dan menggambarkan pengamatannya dengan teliti untuk dijadikan referensi bagi para mahasiswanya.
Tahun 1539, seorang hakim di Padua yang tertarik pada kerja Vesalius membantunya untuk memperoleh lebih banyak mayat untuk dibedah dengan mengggunakan mayat para kriminal yang dieksekusi mati. Hal ini memungkinkan Vesalius membuat diagram anatomi yang detail dan akurat.
Melalui penelitiannya pada anatomi mayat manusia, Vesalius menemukan berbagai kesalahan dalam karya Galen yang saat itu menjadi pegangan utama dunia kedokteran. Vesalius mengungkapkan bahwa penelitian Galen didasarkan pada anatomi binatang, khususnya monyet. Meski demikian, sebagian orang masih memercayai ajaran Galen. Mereka percaya Galen tidak melakukan kesalahan, hanya saja tubuh manusia mungkin telah berubah sejak Galen melakukan penelitian. Mereka mengecam Vesalius, menyebutnya sebagai orang gila, mencoba menghalangi penunjukan Vesalius menjadi dokter kekaisaran, dan menyebar fitnah.
Vesalius juga mengungkap kesalahan Aristoteles mengenai struktur dan fungsi jantung. Karya monumental Vesalius di tahun 1547, On the Fabric of the Human Body, bertentangan dengan pikiran Aristoteles yang percaya bahwa jantung adalah pusat syaraf. Vesalius percaya bahwa otak dan sistem syaraf adalah pusat pikiran dan emosi, berbeda dengan para pengikut Aristoteles yang percaya bahwa jantung adalah pusat dari tubuh.
Vesalius hidup di zaman ketika ide-ide baru yang bertentangan dengan opini umum dengan mudah bisa dianggap sebagai bidah. Di tahun 1536, Vesalius sempat berselisih dengan para teolog mengenai jantung sebagai pusat jiwa. Pembedahan mayat manusia yang dilakukan Vesalius juga mendapat kecaman dari gereja.
Di tahun 1564, tanpa alasan yang jelas, Vesalius berziarah ke Tanah Suci, Jerusalem. Dalam perjalanan pulang, kapalnya karam. Vesalius meninggal di usia 50 tahun. Muncul rumor bahwa Vesalius berziarah sebagai hukuman dari Dewan Inkuisisi karena ia pernah melakukan autopsi pada seorang bangsawan Spanyol yang jantungnya masih berdetak. Dewan Inkuisisi menjatuhkan hukuman mati, tetapi berkat campur tangan Raja Philip II hukuman tersebut berubah menjadi keharusan melakukan ziarah ke Tanah Suci untuk penebusan dosa. Namun, para sejarawan modern menganggap rumor ini tidak berdasar.***